Tampilkan postingan dengan label For Eduacation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label For Eduacation. Tampilkan semua postingan
0

About Myob part XV

19 Juni 2012 Pelaksanaan final, dan karena finalnya menggunakan sistem undian, dan ternyata hari ini bukan giliran saya. Akan tetapi sambil menunggu teman yg sedang final, saya dan beberapa teman, belajar bersama penginputan transaksi. Dan kami sangat hati-hati memperhatikan bagian tanggal apakah sudah benar karena pengalaman sy dan juga k"triz yang lupa mengganti tanggalnya sehingga kami mengulang dari awal penginputannya. Read More..
0

About Myob part XIV

saya melanjutkan menginput transaksi akan tetapi saya tidak menyelesaikan semua transaksi tersebut karena saya menggunakan banyak waktu untuk menginputnya karena sambil membaca buku myob tentang penjelasan penginputan transaksi dan memperbaiki kesalahan penginputan inventory dan termin penjualan dan pembelian.. Read More..
0

About Myob part XIII

5 Juni 2012 Saya melanjutkan tugas myob pada saat MID karena pada saat MID belum ada transaksi yang diberikan, dan pada pertemuan ini saya gunakan untuk kembali mempelajari myob. "Bisa karena terbiasa" Maka saya kembali mengulang dan mengingat cara pada saat menghubungkan beberapa akun, pemberian kode pajak,dan juga penginputan inventory serta akun beberapa akun yang sama maksudnya,misalnya Current earning (PT) = Income Summary dan Retained Earing = Capital. Agar lebih lancar dan tahu saya kembali menginput dari awal mulai dari data perusahaan dan hanya menginput 2 transaksi. Read More..
0

About Myob part XII

29 Mei 2012 Materi tentang zahir dilanjutkan, dan saya menggunakan komputer yg tersedia karena ternyata sudah ada program zahir yg telah diinstal. Untuk memudahkan, saya menggunakan petunjuk yang ada atau tutorial yang diberikan. Kemudian saya menginput beberapa data dari soal myob yg pernah diberikan karena myob dan zahir itu hampir sama meskipun dengan tampilan yang berbeda, akan tetapi saya masih bingung cara menjalankan atau menggunakan aplikasi ini. Jadi saya mengikuti apa yang ada di tutorial. Yang terakhir saya kerjakan adalah bagian penomoran akun dan akun-akun, setelah itu saya berhenti karena bingung dan hanya membaca turial. Saya lebih senang menggunakan myob dibandingkan dengan program zahir. Read More..
0

About Myob part XI

22 Mei 2012 The fist..I wanna say thank you so much for my lectur n all my friends that give me surprise in my bornday :) Next.. Untuk pertemuan ke 11, menginstal program zahir tapi karena lama menunggu karena hanya beberapa FD yg digunakan dan memang membutuhkan waktu yg lama untuk mengistalnya, jadi saya hanya melihat dan membaca tutorial untuk memulai program zahir tersebut Read More..
0

About Myob part X

Untuk pertemuan ke 10 tanggal 15, lanjutan penjelasan cara penginputan. Yang dijelaskan oleh Bapak adalah tentang bagaimana mengatur atau setting link account,pajak, dan juga menginput persedian. Alhamdulillah setelah penjelasan tersebut, saya bisa memperbaiki kesalahan pada saat MID Read More..
0

About Myob part IX

Pertemuan ke 9 tanggal 8 Mei 2012, setelah minggu ke 8 dilaksanakan MID, maka untuk minggu ke 9 ini dijelaskan kembali mengenai proses pengerjaan menggunakan MYOB karena hasil MID kurang memuaskan. Setelah mendengarkan kembali penjelasan tata cara penginputan mulai dari data perusahaan sampai dengan penginputan daftar akun maka, saya lebih tahu dan bisa memperbaiki penginputan kesalahan pada daftar akun . Akun-akun yang telah disediakan tidak boleh dihapus begitu saja meskipun tidak terdapat pada akun perusahaan yang diinput. Akun yg tercentang harus diteliti terlebih dahulu dibandingkan akun yg tersedia namun tidak tercentang. Karena bisa saja akun tersebut sebenarnya dibutuhkan oleh perusahaan hanya berbeda nama akun Read More..
0

About Myob part VIII

Untuk pertemuan ke 8 ini pada tanggal 1 Mei 2012 tidak ada materi tetapi MID untuk materi MYOB. Pada saat akhir-akhir saya mengalami kendala karena neraca tidak seimbang ternyata ada kesalahan penginputan angkanya. Setelah diperiksa ternyata ada 3 kesalahan yang bapak temukan, kesalahan dalam link account dan juga kesalahan dalam penginputan persediaan barang dagangan. Read More..
2

About Myob part IV

Pertemuan ke 5 pada tanggal 3 April, kembali mengulang penginputan, mulai dari data perussahaan sampai pada menginput daftar persediaan barang dagang. Selanjutnya saya menginput transaksi-transaksi yang terjadi seperti pelunasan piutang dagang dan penjualan barang dagang secara tunai dan kredit, adapun transaksi yang lainnya akhirnya saya mengatahui cara menginputnya setelah bertanya pada teman sy Nunu. waktu yang saya pergunakan belum mencapai waktu yang ditentukan karena saya mengerjakannya hampir 2 jam, dikarenakan terkadang saya mengalami kendala atau terkadang lupa dan kemudian sy bertanya untuk cara menyelesaikannya atau kembali memutar video tutorial dan itu juga memeakan waktu sehingga mengurangi kecepatannya saya untuk menyelesaikannya dengan cepat sesuai dengan waktu yang ditrgetkan Read More..
0

About Myob part III

tanggal 27 Maret adalh pertemuan ke 4 dalam mata kuliah KOMPAK (Komputer Akuntansi), pada pertemuan ini seperti pertemuan sebelumnya maka saya mengulang kembali penginputan mulai dari data perusahaan, kemudian daftar akun beserta saldo-saldonya yang terdapat di neraca, kemudian menginput data costumer dan supplies dan juga saldo-saldonya, dan menginput persediaan barang dagang dan juga saldonya. terakhir saya menginput transaksi-trasaksi yang terjadi adapun transaski yang sy input tidak semuanya terinput karena keterbatasan tata cara menginput transaksi itu dan yg berhasil sy input hanya seperti pelunasan piutang dagang . Read More..
0

About Myob part II

Selasa, 20/3/12 untuk pertemuan ke 3 mata kuliah komputer Ak, menginput kembali akun-akun,daftar customer,supplier,dan persediaan beserta dengan saldonya. Namun karena waktu tidak memungkinkan maka belum menginput transaksi, dikarenakan juga adanya beberapa kesalahan pada saat penginputan saldo-saldonya Read More..
0

About Myob part I

Untuk pertemuan pertama pada minggu yg lalu tgl 5 Maret 2012, materi yang diberikan adalah pengenalan tentang MYOB. Terlebih dahulu menginstal MYOB versi 18 dan pemberian tugas untuk membuat Data perusahaan, Neraca Saldo, Data Supplier dan Customer, dan Bukti Transaksi Dan untuk hari senin tgl 12 Maret 2012 sebagai pertemuan kedua, yaitu pemeriksaan tugas dengan memperlihatkan tugas tersebut dalam bentuk PDF namun karena dalam proses untuk mengubah ke bentuk PDF mengalami sedikit kendala maka saya hanya memperlihatkan dalam bentuk Mic.Word kemudian mencetak tugas tersebut untuk memudahkan penginputan data-data. Untuk penginputan data yang pertama saya input adalah menginput daftar akun. Setelah itu menginput data supplier dan data customer. Kemudian menginput saldo untuk akun current asset. Read More..
0

PROSES KEWIRAUSAHAAN

1. Faktor-faktor pemicu kewirausahaan Kewirausahaan ditentukan oleh hak kepemilikan (property right), kemampuan/kompetensi (competency), insentif ( incentives), and lingkungan (environment). David C.McCleland (1961) mengemukakan bahwa kewirausahaan (entrepreneurship) ditentukan oleh : 1) Motif berprestasi (achievement) 2) Optimisme (Optimism) 3) Sikap-sikap Nilai ( Value Attitudes) 4) Status Kewirausahaan (Entrepreneurial status) atau keberhasilan Ibnoe Soejono dan Roopke, proses kewirausahaan atau tindakan kewirausahaan (Entrepreneurial action) merupakan fungsi dari: 1) property right (PR) 2) competency/ability (C) 3) incentive (I) 4) external environment (E) 2. Tahap pertumbuhan kewirausahaan Kewirausahaan berkembang dan diawali dengan adanya inovasi. Inovasi dipicu oleh faktor pribadi, lingkungan, dan sosiologi. Faktor individu yang memicu kewirausahaan adalah pencapaian locus of control, toleransi, pengambilan resiko, nilai-nilai pribadi, pendidikan, pengalaman, usia, komitmen, dan ketidakpuasan. Factor pemicu yang berasal dari lingkungan ialah peluang, model peran, aktivitas, pesaing, inkubator, sumber daya dan kebijakan pemerintah. Sedangkan factor pemicu yang berasal dari lingkungan social meliputi keluarga, orang tua, dan jaringan kelompok. Sama seperti pada tahap perintisan, pertumbuhan kewirausahaan sangat bergantung pada kemampuan pribadi, organisasi, dan lingkungan. Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan kewirausahaan adalah pesaing, pelanggan, pemasok, dan lembaga-lembaga keuangan yang akan membantu pendanaan. Faktor yang berasal dari pribadi adalah komitman, visi, kepemimpinan, dan kemampuan manajerial, sedangkan faktor yang berasal dari organisasi adalah kelompok, struktur, dan strategi. Ciri-ciri Penting Tahap Permulaan dan Pertumbuhan Kewirausahaan Pada umumnya proses pertumbuhan kewirausahaan pada usaha kecil memiliki tiga ciri, yaitu: 1) tahap imitasi dan duplikasi; 2) tahap duplikasi dan pengembangan; 3) tahap menciptakan sendiri barang dan jasa baru yang berbeda. 3. Faktor penyebab kegagalan dan keberhasilan kewirausahaan Keberhasilan seorang wirausaha ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu: 1) Kemampuan dan kemauan 2) Tekad yang kuat dan kerja keras 3) Mengenal peluang yang ada dan berusaha meraihnya ketika ada kesempatan Selain keberhasilan, seorang wirausaha juga selalu dibayangi oleh potensi kegagalan yang akan memberikan lebih banyak pelajaran dibandingkan sekedar kesuksesan. Penyebab wirausaha gagal dalam menjalankan usahanya: - Tidak kompeten dalam manajerial - Kurang berpengalaman, baik itu kemampuan teknik, memvisualisasikan usaha, mengkoordinasikan, mengelola sumber daya - Kurang dapat mengendalikan keuangan - Gagal dalam perencanaan - Lokasi yang kurang memadai - Kurangnya pengawasan peralatan - Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha - Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan - Potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan: - Pendapatan yang tidak menentu - Kerugian akibat hilangnya modal investasi - Perlu kerja keras dan waktu yang lama - Kualitas kehidupan yang tetap rendah meskipun usahanya mantap Read More..
0

Manajemen Keuangan

PENGERTIAN
Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan.Semua kegiatan / aktivitas perusahaan yang bersangkutan dengan usaha mendapatkan dana yang dibutuhkan oleh perusahaan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.
Pada hakekatnya masalah manajemen keuangan adalah Menyangkut masalah keseimbangan finansial didalam perusahaan yaitu mengadakan keseimbangan antara aktiva dengan pasiva yang dibutuhkan serta mencari susunan kwalitatif daripada aktiva & pasiva tersebut dengan sebaik-baiknya.
Pemilihan susunan kwalitatif daripada aktiva akan menentukan Struktur Kekayaan Perusahaan
Pemilihan susunan kwalitatif daripada pasiva akan menentukan Struktur Finansial & Struktur Modal Perusahaan.

FUNGSI MANAJEMEN KEUANGAN
1. Perencanaan Keuangan
Membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
2. Penganggaran Keuangan
Tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan
3. Pengelolaan Keuangan
Menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara
4. Pencarian Keuangan
Mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan
5. Penyimpanan Keuangan
Mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman
6. Pengendalian Keuangan
Melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada paerusahaan
7. Pemeriksaan
Melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan

RUANG LINGKUP MANAJEMEN KEUANGAN
Pembicaraan tentang keputusan-keputusan dalam bidang keuangan,yaitu keputusan investasi, keputusan pembelanjaan & kebijaksanaan dividen dengan tujuan memaximumkan nilai perusahaan atau memaximumkan kemakmuran pemegang saham.
Pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen keuangan, yaitu penggunaan dana & memperoleh dana, lewat keputusan-keputusan investasi, pembelanjaan & kebijaksanaan dividen agar nilai perusahaan bias meningkat.

TUJUAN MANAJEMEN KEUANGAN
Tujuan dengan adanya manajer keuangan untuk mengeloka dana perusahaan pada suatu perusahaan secara umum adalah untuk memaksimalisasi nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin.

Read More..
2

Tujuan Pemeriksaan Persediaan

Ada beberapa tujuan dari pemeriksaan (Audit Objectives) persediaan
1. Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas persediaan. Jika akuntan publik dapat meyakinkan dirinya bahwa internal control atas perolehan, penyimpanan dan pengeluaran persediaan berjalan efektif, maka luasnya pemeriksaan dalam melakukan substantive test atas persediaan dapat dipersempit.
2. Untuk memeriksa apakah persediaan yang tercantum di neraca betul-betul ada dan dimiliki oleh perusahaan pada tanggal neraca
3. Untuk memeriksa apakah metode penilaian persediaan (valuation) sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia/Standar Akuntansi Keuangan.
4. Untuk memeriksa apakah sistem pencatatan persediaan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia/SAK
Ada dua sistem pencatatan persediaan yang biasa digunakan, yaitu perpetual system dan physical (periodical) system. Dalam perpetual system, setiap ada pembelian, perkiraan persediaan akan didebit, setiap ada penjualan, perkiraan persediaan akan dikredit. Jika digunakan physical system, perkiraan persediaan tidak pernah didebit waktu pembelian dan tidak pernah dikredit waktu ada penjualan. Karena itu jika perusahaan ingin mengetahui berapa saldo persediaan pada akhir periode, harus dilakukan stock opname (perhitungan phisik persediaan).
Jika perusahaan ingin memperkirakan berapa saldo persediaan pada akhir bulan atau tanggal tertentu bisa digunakan Retail Inventory Method atau Gross Profit Method. Namun demikian pada akhir tahun tetap terus dilakukan stock opname, agar bisa diketahui berapa saldo persediaan yang betul-betui dimiliki perusahaan. Perbedaan pencatatan antara perpetual dan physical inventory system: <span class="fullpost">
Perpetual Physical
Pembelian : DR Persediaan xx DR Pembelian xx
CR Utang/Kas xx CR Utang/Kas xx
Penjualan : DR Piutang/Kas xx DR Piutang/Kas xx
CR Penjualan xx CR Penjualan xx
DR Harga Pokok Penjualan xx
CR Persediaan xx
Perpetual system biasanya digunakan pada perusahaan yang jenis persediaamya tidak banyak tetapi nilai persediaan per unitnya besar, misalnya dealer mobil dan toko emas. Phisycal system biasanya digunakan pada perusahaan yang jenis persediaan-nya banyak tetapi nilai persediaan per unitnya kecil, misalnya toko bahan bangunan
5. Untuk mengetahui apakah terhadap barang-barang yang rusak (defective), bergerak lambat (slow moving) dan ketinggalan mode (absolescence) sudah dibuatkan allowance yang cukup.
Barang-barang tersebut di atas tidak mungkin lagi dijual dengan harga normal, supaya bisa terjual harus dijual dengan harga obral yang umumnya lebih rendah dari harga perolehannya.
Karena itu harus dibuatkan allowance dalam jumlah yang cukup, dalam arti tidak terlalu kecil (karena akan mengakibatkan laba terlalu besar) dan tidak terlalu besar (akan mengakibatkan laba terlalu kecil).
6. Untuk mengetahui apakah ada persediaan yang dijadikan jaminan kredit.
Salah satu bentuk barang jaminan dari kredit yang diperoleh dari bank adalah persediaan, Jika ada persediaan yang dijadikan jaminan, hal ini harus diungkapkan (di cfi’scfose) dalam catatan atas laporan keuangan (notes to financial statements}.
7. Untuk mengetahui apakah persediaan diasuransikan dengan nilai pertanggungan {insurance coverage) yang cukup.
Persediaan harus diasuransikan, sehingga seandainya terjadi kebakaran, bisa diperoleh ganti rugi dari perusahaan asuransi dan perusahaan bisa terhindar dari kerugian karena kebakaran tersebut. Nilai pertanggungan asuransi harus cukup, dalam arti tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Yang harus diwaspadai adalah, jika perusahaan mengasuransikan persediaan dengan insurance coverage yang terlalu besar, terutama dalam keadaan bisnis yang lesu, mungkin perusahaan bermaksud membakar persediaannya agar mendapat keuntungan dari ganti rugi perusahaan asuransi.
8. Untuk mengetahui apakah ada perjanjian pembelian/penjualan persediaan yang mempunyai pengaruh yang besar terhadap laporan keuangan.
Jika hal tersebut ditemukan, harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. Misalnya: pada tanggal 24 November 2002, perusahaan menandatangani kontrak penjualan dengan salah satu pelanggannya untuk menjual 10.000 unit barang X dengan harga jual Rp.100.000,- per unit, penyerahan barang akan dilakukan pada tanggal 13 Februari 2003. Ternyata di bulan Februari 2003 harga pasar barang X tersebut meningkat menjadi Rp.130.000,- per unit. Karena sudah ada sales commitment, maka perusahaan mau tidak mau harus tetap menjual barang tersebut ke pelanggannya sebanyak 10.000 unit dengan harga sesuai kontrak, yaitu Rp.100.000,- per unit.
Dalam hal ini perusahaan rugi sebesar 10.000 X (Rp.130.000, — 100.000,-) = Rp.300.000.000,-.
9. Untuk memeriksa apakah penyajian persediaan dalam laporan keuangan sudah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia/SAK.
Dalam hal ini harus diketahui sistem pencatatan persediaan yang digunakan perusahaan {perpetual atau physical system} dan metode penilaian persediaan yang digunakan perusahaan (apakah berdasarkan harga perolehan, dengan FIFO atau LIFO atau Average cost method}, apakah sudah diterapkan lower of cost or market atas persediaan tersebut.</span>
Read More..
0

Highlighter

Highlighter is one of the stationery. We can bring it going to the school, campus, and office. We use it to clarify writing or marking an important part of the text. People always inscribe it on the writing, for example on title of writing or on foreign words. It is made of high quality pigmen ink. Highlighter has many colours, so we can choose the favorite colour for it. Read More..
Anterior Inicio